Kamis, Desember 18, 2008

Ketika Sahabat Tidak Bersikap Bersahabat

I. Sekilas tentang PERSAHABATAN Persahabatan merupakan sebentuk jalinan hubungan interaksi sosial yang diperoleh karena adanya keinginan untuk bisa menjalankan kehidupan pergaulan dengan tingkat keakraban serta kekuatan ikatan emosional yang jauh lebih erat apabila dibandingkan hubungan interaksi dalam bentuk pertemanan. Biasanya, hubungan persahabatan dapat terbentuk karena adanya : kesamaan hal-hal yang disukai, adanya kesamaan idealisme dan cara memandang suatu keadaan atau suatu masalah, serta memiliki kesamaan visi dan misi dalam memandang masa depan. Sejumlah kesamaan inilah yang membuat setiap pribadi yang mempunyai kedekatan diri dengan orang lain dalam bentuk persahabatan, lebih mudah untuk bisa mengakrabkan diri sehingga terbentuklah suatu ikatan emosional yang melingkupi setiap kegiatan dan pola komunikasi yang dijalani pada saat berinteraksi. Kuatnya ikatan emosional, membuat masing-masing pihak yang menjalin hubungan persahabatan, mampu menghadirkan respon timbal-balik, karena setiap pihak yang terikat hubungan persahabatan, tidak menghadirkan upaya-upaya untuk mendominasi suasana, namun melandasi segenap tindakan dan perkataannya dengan sikap toleransi serta ketulusan sebagai sebuah tanda penghargaan diri. Adanya kasih yang dinyatakan, mampu menumbuhkan keinginan besar agar setiap pihak dapat hidup lebih maju dan berkembang, dengan cara menyikapi dinamika serta permasalahan kehidupan secara bersama-sama dan tidak tidak mengenal kata cukup. Dalam hal ini, konsepsi kehidupan pihak-pihak yang bersahabat direalisasikan melalui suasana penuh kebersamaan. Dianutnya prinsip-prinsip kebersamaan dalam menjalani hubungan persahabatan, membuat setiap pihak memiliki tingkat kesetiaan diri yang kualitasnya melebihi kesetiaan kepada yang lainnya. Terjadinya pertengkaran, perselisihan atau sekedar perbedaan pendapat, tidak dipakai sebagai upaya untuk menjatuhkan, karena setiap perbuatan dan perkataan yang dapat menyakiti hati serta perasaan seorang sahabat, setiap tindakan yang diartikan sebagai upaya memaksakan kehendak, dan setiap perbuatan maupun perkataan yang mampu memunculkan pertikaian, adalah suatu hal yang diusahakan sebisa mungkin dihindari terjadi. Segenap sumber perpecahan dalam persahabatan, benar-benar dihindari. Memperhatikan seluruh uraian diatas, maka dapatlah disimpulkan, kalau keakraban yang terbentuk dalam persahabatan, tercipta oleh karena masing-masing pihak yang menjalin hubungan persahabatan, menghargai adanya nilai-nilai kesetiaan, nilai-nilai kepercayaan, serta mengembangkan sikap saling menghormati, tanpa memandang adanya perbedaan cara pandang atau kondisi yang sedang dihadapi. Konsepsi pemahaman kepribadian sahabat, dilakukan dengan mengoptimalkan setiap ruang dan waktu pada saat berkomunikasi atau berinteraksi, sehingga kesetiaan serta kepercayaan, merupakan karakter yang dibangun dan dinyatakan secara terbuka. Adanya keterbukaan membuat seseorang mendapatkan gambaran langsung serta apa adanya, tentang bagaimana sesungguhnya karakter dan kepribadian dari sahabatnya secara faktual, karena bukan didasarkan atas pendapat maupun pandangan orang lain. Selayaknya, nilai-nilai persahabatan dijalani tanpa harus menghadirkan kepribadian ganda karena sebuah sikap pengertian akan berlaku dengan sendirinya.Eratnya tali persahabatan membuat masing-masing pihak memiliki intuisi besar pada saat salah seorang dari mereka sedang menghadapi beratnya tantangan kehidupan atau pada saat sedang mengalami kesusahan. Pada saat keadaan itu terjadi, seseorang akan selalu berada disamping sahabatnya, untuk membantu dan mendukung sahabatnya, dalam menghadapi serta menyelesaikan masalah yang sedang melingkupi. Besarnya ungkapan kasih yang nyata dihadirkan, karena seorang sahabat akan selalu bersedia menyertai, membantu atau menghibur sahabatnya, tidak hanya pada saat mengarungi hari-hari yang penuh keceriaan, namun juga menjadi teman untuk mengadu dan berbagi keluh-kesah, yang mampu membuat kondisi hati dan pikiran sahabatnya tenang dalam melalui keras serta beratnya tantangan kehidupan. Oleh karena itu, pembinaan hubungan dalam ikatan tali persahabatan, sesuai dengan isi Firman Tuhan yang menyatakan Namun, itu bukan berarti persahabatan tidak menghadirkan dilema-dilema situasional yang bisa menjadi sumber keretakkan hubungan persahabatan, apabila masing-masing pihak tidak berusaha untuk mengendalikan segenap perkataan, sikap dan perilakunya.

WARNA PERSAHABATAN

Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar Semua menganggap dirinyalah yang terbaik yang paling penting, yang paling bermanfaat, yang paling disukai. HIJAU berkata: "Jelas akulah yang terpenting. Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan. Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan. Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas..." BIRU menginterupsi: "Kamu hanya berpikir tentang bumi, pertimbangkanlah langit dan samudra luas. Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan. Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan. Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa" KUNING cekikikan: "Kalian semua serius amat sih? Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia. Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning. Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan." ORANYE menyusul dengan meniupkan trompetnya: "Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan. Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia. Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya. Aku tidak ada dimana-mana setiap saat, tetapi aku ada saat fajar atau saat matahari terbenam. Keindahanku begitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian akan terbetik di pikiran orang." MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak: "Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan! Aku adalah warna bahaya dan keberanian. Aku berani untuk bertempur demi suatu kuasa. Aku membawa api ke dalam darah. Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan. Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah, dan bunga poppy." UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu: Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan. "Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan. Raja memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan. Tidak seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan dan menuruti kehendakku." Akhirnya NILA berbicara, lebih pelan dari yang lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama:"Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam. Kalian jarang memperhatikan padaku untuk merepresentasikan pemikiran dan refleksi,matahari terbenam dan kedalaman laut. Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin." Jadi, semua warna terus menyombongkan diri, masing-masing yakin akan superioritas dirinya. Perdebatan mereka menjadi semakin keras. Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan.Guruh menggelegar. Hujan mulai turun tanpa ampun. Warna-warna bersedeku bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan. Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara: "WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain, masing-masing ingin mendominasi yang lain. Tidakkah kalian tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus, unik dan berbeda? Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!" Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati hujan, yang kemudian berkata: "Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur, masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama dalam kedamaian. PELANGI adalah pertanda Harapan hari esok." Jadi, setiap kali HUJAN deras menotok membasahi dunia, dan saat Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah kita MENGINGAT untuk selalu MENGHARGAI satu sama lain. ya memang kita gak boleh menyombongkan diri atas kelebihan kita, karena di balik kelebihan ada kekurangan yang tersembunyi, dan disitulah kita membutuhkan orang lain... -- Dimata Tuhan cinta tak pernah habis. Di hati Tuhan pengampunan selalu diberikan dan tidak ada penolakan. Dipelukan Tuhan tak seorangpun merasa sendirian.

Kiat-kiat Membina Persahabatan

Alangkah bahagianya kalau kita mempunyai banyak teman. Hal tersebut adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa, yang tidak bisa di nilai dengan materi. Hubungan dengan teman perlu di pupuk dan di lestarikan. Hubungan dekat dan erat di sebut akrab atau bersahabat. Hubungan yang dekat artinya rapat tanpa jarak, baik dalam suka maupun duka. Sedangkan erat artinya kuat tidak mudah lepas karena kedua belah pihak saling membantu untuk maju dan tidak merugikan antara yang satu dengan yang lainnya. Itulah yang di sebut "Persahabatan". Remaja suka bersahabat, rasa solidaritas diantara mereka tinggi sekali bahkan mereka lebih mengutamakan teman atau sahabat dari pada orang tua, mereka mau berkorban apa saja demi persahabatan. Faktor inilah yang mendukung sekali persahabatan. Tetapi tidak sedikit remaja yang jatuh karena gagal dalam persahabatan. Karena dia tidak sadar kalau dia selama bersahabat itu di jajah pribadinya oleh sahabatnya. Hal tersebut merupakan kejahatan yang terselubung dalam kedok persahabatan. Kita semua harus waspada jangan lengah dan terkecoh. Penjajahan pribadi artinya adanya dominasi atau penguasaan seseorang terhadap pribadi orang lain. Pribadi artinya hal-hal yang prinsipil yang mencerminkan diri seseorang misalnya, kebiasaan pengolahan waktu dan keuangan, hobi, model pakaian, rambut dan lain-lain. Jadi penjajahan pribadi dalam persahabatan artinya memaksakan seseorang tidak bebas menentukan atau mengambil keputusan dalam hal-hal yang pokok atau penting. Akibatnya ia tidak bisa menjadi dirinya sendiri, tetapi selalu di atur dan di kendalikan orang lain atau sahabatnya. Untuk membina suatu persahabatan di perlukan kiat-kiat khusus, hendaknya hal ini disadari dan dilaksanakan oleh masing-masing yang ingin sukses dalam persahabatan. Kiat-kiat tersebut sekaligus merupakan tujuan dari membina persahabatan itu sendiri, yaitu: 1.Memahami tingkah laku orang lain. Caranya bersikaplah ramah tamah, lupakan diri sendiri, ingatlah kepada orang lain, perhatikan orang lain. Dalam tempo 2 bulan anda akan mendapatkan lebih banyak teman dengan memperhatikan orang lain dari pada anda hanya memperhatikan diri sendiri saja. Memperhatikan orang lain artinya bersikap ramah kepada mereka, mendengarkan pendapat mereka, tentang keluarga, tentang hobinya dan lain-lain. 2.Senyumlah dengan tulus kepada orang lain. Hal tersebut adalah suatu cara yang sederhana untuk mendapatkan kesan pertama yang baik. 3.Mengingat nama orang lain. Kalau ada orang lain yang tidak kenal dengan kit, tetapi ia hafal nama kita, memanggilnya dengan baik, ia juga mengetahui siapa kita. Pasti kita akan merasa senang. Napoleon seorang raja terkenal merasa sangat penting menghafal orang-orang yang di jumpainya, meskipun ia sibuk. Kalau ia lupa ia akan mengatakan "Maaf saya tidak begitu jelas mendengar nama Tuan". Jika nama itu di ulangi dan ternyata agak aneh ia bertanya lagi "Bagaimana mengejanya ?" Selama percakapan-percakapan yang di lakukan kemudian, ia berusaha menyebut nama itu beberapa kali. 4.Menjadi pendengar yang baik. Setiap orang ingin di dengar kata-katanya, tapi sedikit sekali orang yang suka mendengarkan orang lain. Kalau kita ingin punya sahabat, pandai-pandailah mendengarkan dia, dan berilah alasan dan kesempatan kepada orang lain supaya beebicara tentang dirinya sendiri. 5.Bagaimana caranya menarik simpati orang lain. Cara paling mudah menuju hati seseorang adalah menyilahkan dia berbicara tentang hal-hal yang paling di hargainya. Atau berbicaralah tentang hal-hal yang menarik perhatian orang yang anda hadapi. 6.Usahakanlah supaya orang-orang lain itu merasa bangga dan penting dan kagumilah dengan ikhlas. 7.Tidak menanyakan latar belakangnya. Sebab terkadang orang merasa tersinggung bila di tanya latar belakangnya. Dan di khawatirkan memilki latar belakang yang buruk. 8.Jangan berharap orang lain menjadi sahabat kita. Tapi berpikirlah bagaimana caranya kita menjadi sahabat yang baik buat orang lain. Lakukan dengan 1001 cara dan dengan cara-cara yang positif. Sebab bila kita terlalu berharap tapi tidak kesampaian maka yang timbul rasa sakit hati. 9.Bantu orang lain ketika sedang susah karena biasanya orang yang sedang kesusahan bila di tolong, maka pertolongan itu tidak akan pernah di lupakannya. 10.Jenguk teman yang sakit karena kedatangan kita sudah merupakan obat baginya.

Selasa, Desember 16, 2008

Tip Memelihara Persahabatan

Kita memang tidak bisa memilih bagaimana jenis hubungan sosial yang akan kita miliki. Tapi, kita selalu bisa memilih, teman seperti apa yang kita inginkan. Karena itu, bila Anda telah memilih teman, peliharalah dengan baik! Berikut ini adalah tip bagaimana memelihara persahabat. 1. Teman kamu bukan konselor Dikit-dikit… curhat, dikit-dikit…curhat, pasi ini bikin teman kamu Be Te. Kecuali jika kamu bertanya terlebih dahulu pada sahabat kamu. Apakah dia mau mendengarkan masalah kamu apa nggak? 2. Bagi waktu-waktu bahagia dengan sahabat Jika kamu punya rencana happy-happy dahulukan untuk mengundang sahabat kamu. Jangan curhat melulu atau kalau ada masalah aja kamu menghubungi dia. Berbagilah waktu senang-senang kamu dengan sahabat kamu. 3. Jangan lupa ultah teman Nah ini-ini yang penting kamu catat. Hari-hari khusus pasti punya arti yang penting bagi sahabat kamu. So, jangan lupa kirim kartu, bunga atau sekadar ucapan selamat. Atau kalau perlu buatkan acara khusus buat dia (kalau kamu punya duit untuk itu sih…). Tindakan-tindakan ini menunjukan bahwa sahabat kamu itu punya sangat berarti bagi hidup kamu. Juga menunjukkan bahwa kamu juga punya perhatian besar padanya. 4. Jangan berkompetisi soal pujaan hati Aduuh, ini terlarang banget! Soalnya, kasus pacar bisa bikin persahabatan jadi retak. Nggak sedikit persahabat yang dipupuk sekian lama jadi buyar akibat kasus yang satu ini. Kalau pun terjadi. Bicarakan dengan baik-baik. 5. Belajar mendengarkan Jika ada teman yang mengeluh, siapkan diri kamu menjadi pendengar yang baik. (baca "Menjadi Teman Bicara yang Menyenangkan") 6. Tunjukkan bahwa Anda memikirkan dia ketika Anda tidak bersamanya Caranya macam-macam, bisa kirim kartu, e-mail, SMS, atau tinggalkan pesan di teleponnya, bila tidak sempat bertemu. Atau, bisa juga Anda kirim artikel dari majalah yang dia sukai.

Persahabatan dengan 'Musuh'

Pada tanggal 1 Nopember 2005, Jeffrey Shcrock membawa kelima anaknya untuk menjemput istrinya yang sedang berbelanja. Mengemudi bersama kelima anaknya yang semuanya berada di bawah usia 13 tahun, Jeffrey sangat berhati-hati tetapi ia tidak dapat berbuat apa-apa saat mobil yang dikemudi oleh Clifford Helm masuk ke jalurnya dan menabrak truknya. Kelima anak kesayangannya, Carmen, 12; Jana, 10; Carinna, 9; Jerryl, 5; dan Craig, 2 meninggal di dalam kecelakaan yang tragis itu. Jeffrey sendiri menderita luka parah.

Sulit membayangkan bagaimana seseorang dapat melanjutkan kehidupan setelah mengalami tragedi yang demikian. Sekarang, lebih dari dua tahun setelah kecelakaan itu, Jeffrey menemukan bahwa ia mempunyai seorang sahabat yang tidak dimilikinya sebelum itu, yaitu Clifford, sang pengemudi yang menabrak mati anak-anaknya.

Saat diwawancara Jeffrey mengakui bahwa memang rumit menjalin persahabatan di bawah kondisi sedemikian. Tetapi bagi Jeffrey, tantangannya adalah untuk mengampuni Clifford tanpa mengharapkan apa-apa sebagai balasan dan membangun suatu persahabatan tanpa memperhitungkan semua unsur-unsur yang melawannya.

"Karena itulah yang diajarkan oleh Alkitab," kata Jeffrey.

Jeffrey mengakui bahwa hal itu memang tidak mudah tetapi ia bertekad untuk berusaha ke arah itu. Setelah kecelakaan itu, Jeffrey mengambil inisiatif mengunjungi Clifford. Menurut Jeffrey justru karena ia mendekati 'musuhnya' hal itu menjadikan ia lebih mudah untuk mengampuni dan mencegahnya untuk mempunyai pikiran buruk tentang Clifford.

"Kami saling mengunjungi dan meluangkan waktu untuk makan bersama. Kami melakukan itu sebagai suatu usaha penyembuhan. Walaupun jika bukan karena kecelakaan ini kami tidak akan pernah bergaul karena later belakang kami sangat berbeda tetapi lewat pergaulan ini, saya mulai menyukainya dan keluarganya."

"Kami berdua terluka secara mental dan fisik akibat kecelakaan ini, jadi terdapat semacam ikatan di antara kami." Jeffrey tahu bahwa temannya juga harus banyak melewati pergumulan, "Kemarin ia memberitahu saya bahwa selama dua tahun ini ia tidak pernah tidur dengan baik, dan saya dapat memahami itu. Jika saya berada di posisinya, saya juga akan mengalami hal yang sama. Ia sangat tersiksa secara mental."

Clifford menolak untuk diwawancara tetapi melalui pengacaranya ia berkata, "Saya sangat bersyukur untuk kehadiran Jeff and istrinya, Carolyn di dalam hidup saya. Mereka adalah orang-orang yang sangat hebat. Saya berharap untuk dapat menghabiskan lebih banyak waktu bersama mereka."

Menurut Dan Hertzler, teman Jeffrey dan istrinya, "Dari awal mereka menekankan pentingnya pengampunan dan menunjukkan keprihatinan kepada orang yang telah menyebabkan mereka kehilangan anak-anak mereka. Itulah belas kasihan."

Sikap Jeff and istrinya yang konsisten mau mengampuni memberi mereka kekuatan untuk melewati waktu-waktu sangat sulit itu. Di acara penguburan anak-anak mereka rata-rata orang sangat kesal dengan Clifford yang karena kecerobohannya telah menyebabkan lima anak kecil yang tidak berdosa kehilangan nyawa mereka. Tetapi Jeffrey dan Carolyn meminta pemimpin kebaktian untuk menekankan perlunya pengampunan diberikan karena bagi mereka pengampunan adalah dasar pengalaman orang percaya.

Sejak kehilangan anak-anaknya Jeffrey dan istrinya menghabiskan waktu mereka membantu pelayanan di sebuah tempat misi kelompok Mennonite. "Kami harus meneruskan hidup, ada hari-hari yang mudah dan ada hari-hari yang sulit. Saat Anda bangun, Anda tidak pernah tahu apakah hari itu akan menjadi mudah atau sulit." Tetapi menurut Jeffrey, waktu-waktu yang dihabiskan di ladang misi telah membantu mereka untuk meneruskan hidup. Anak perempunnya, Jolynn, lahir enam minggu setelah kecelakaan itu dan anak lelakinya Carl, lahir di awal tahun 2008.

Akan sangat sulit untuk menemukan orang yang akan melakukan apa yang Jeff dan Carolyn lakukan dan tidak banyak orang yang seperti mereka yang akan dapat meneruskan kehidupan mereka tanpa memendam kepahitan atas tragedi yang menimpa mereka. Tetapi justru dengan mengampuni mereka telah melepaskan diri dari ikatan kepahitan dan dendam. Itulah kekuatan kuasa pengampunan.

Indahnya Persahabatan Para Bayi

Menarik disimak bagaimana bayi secara bertahap belajar membangun hubungan sejak hari pertamanya. Tentu saja, ketrampilan sosialisasinya berkembang melalui proses bertahap, dan stimulasi awal adalah support penting. Bagaimana tips memberi dukungan untuknya? Bagaimana jika si kecil takut menghadapi bayi-bayi lain dan menolak kegiatan sosialisasi? Menjawab tangis. Banyak yang berpendapat bayi belum dapat benar-benar melihat sebelum usia 3 bulan. Benar atau tidaknya dugaan ini masih menjadi perdebatan di antara para ahli perkembangan dan peneliti. Yang jelas, sejak hari pertamanya bayi telah mampu menangkap rangsang dan memberi respon. Meskipun terbatas, bayi memberi respon pada saat mendengar suara ibu, suara ayah atau tangis bayi lain. Coba saja amati interaksi mereka di ruang pamer bayi ketika baru lahir. Tak jarang tangis bayi yang baru masuk ke ruangan akan dijawab dengan tangis bayi-bayi lain.
Ketrampilan apa saja yang menunjang bayi bersosialisasi? Pada awalnya, mata bayi (3 bulan) berbinar-binar melihat kehadiran bayi lainnya. Tanpa banyak kata-kata hanya tatapan mata, mereka saling memahami bahwa satu sama lain saling tertarik dan ingin tahu. Pada umumnya semua bayi bersikap demikian. Apabila hati ingin “menyapa”, bayi-bayi akan saling bertatapan dan melemparkan senyum. Komunikasi pun menggunakan bahasa nonverbal.
Di usia 6 bulan, bayi sudah lebih trampil berkomunikasi, dan dapat memperhatikan obyek dengan lebih detil sebelum akhirnya seulas senyum mengembang. Ekspresi ramah anak-anak memang spontan dan berasal dari hati yang paling dalam. Tetapi tak lama setelah usia ini, beberapa bayi mulai merasa enggan saat berhadapan dengan orang asing. Bahkan ada yang sekonyong-konyong menangis karena takut terhadap orang yang belum dikenalnya. Suka dan tidak suka. Di usia 6 – 12 bulan, anak-anak biasanya mulai dapat terlibat kegiatan sosialisasi. Ini merupakan fase paling awal, sebelum ia benar-benar memahami dan melakukan sosialisasi secara aktif di usia 2 – 3 tahun. Berkembangnya kemampuan si 6 – 12 bulan secara pesat tentu saja menunjang ketrampilan sosialisasi. Seperti, kemampuannya mengucapkan kata-kata pertama dan perkembangan mengingat serta pemahaman. Kemampuan motorik, seperti kemampuan duduk sendiri dan bergerak bahkan berjalan tentu menambah seru pertemanan di antara mereka.
Bayi pada dasarnya senang mengenal teman baru, tetapi tidak dengan semua anak. Sebab, bayi telah mengembangkan rasa suka dan tidak suka (like and dislike). “Di usia 8 – 9 bulan, bayi sudah mulai dapat membedakan satu individu dengan individu lainnya. Di fase ini, sebuah persahabatan antarbayi biasanya mulai terjalin,” jelas Prof. Sabina Pauen, peneliti bayi dari Universitas Heidelberg.
Apa tandanya si kecil hendak berkenalan dan berteman? Secara spontan bayi akan merentangkan tangan dan memeluk bayi lainnya. Prof. Sabina menjelaskan, ”Sering sekali anak bereaksi sangat nyata dan jelas terhadap bayi atau anak lain yang sering ia temui dan ia percayai”. Dari sini Anda akan tahu, apakah si kecil hendak memulai kegiatan sosialisasi atau tidak.
Apabila ia yakin teman barunya menjawab tatapan matanya dan berespon dengan ramah, maka rasa percaya (trust) si kecil bertumbuh. Ia pun akan menyapa sahabat barunya. Tetapi beberapa bayi menangis histeris ketika merasa tidak aman karena jauh dari ayah dan ibu atau kakak, apalagi di hadapannya ada orang asing atau bayi yang belum dikenalnya. Untuk mereka ini, perlu waktu lebih lama membangun rasa aman dan nyaman dalam saat berkenalan dan “teman” baru. Seperti belajar jalan. Menurut Robert Needlman, M.D. dokter anak dan anggota American Academy of Pediatrics (AAP), ketrampilan si kecil membangun persahabatan berkembang sebagaimana berkembangnya ketrampilan jalan dengan kaki. Proses diawali dengan banyak support dari orang tua, lambat laun si kecil tak perlu lagi bantuan.
Dukungan yang perlu Anda berikan, antara lain: - Banyak memberinya kesempatan bertemu bayi-bayi lain. Kenalkan si kecil dengan beberapa orang anak seusianya sejak dini. Tak perlu setiap hari, paling tidak seminggu sekali satu sesi pertemuan, misalnya di baby club atau dengan teman bayi di sekitar rumah. - Tak perlu terlalu lama. Biasanya bayi hanya dapat berada dalam kondisi segar, tidak mengantuk atau lapar selama 1 – 2 jam. Selebihnya ia sibuk dengan urusan ganti popok, menyusu, makan atau tidur. Untuk “pertemuan” para bayi, waktu ideal, maksimal 30 menit. Waktu 15 menit sebenarnya sudah cukup. - Beri pengantar dan penjelasan. Meskipun bayi belum dapat memberikan respon verbal terhadap penjelasan Anda, si kecil tetap perlu semacam introduction perihal situasi yang sedang dihadapinya. - Dampingi selama si kecil menginginkan. Pun ketika si kecil telah akrab dan bermain di antara teman-temannya (tentu bayi masih bermain sendiri-sendiri), harus selalu ada pendamping. Apabila si kecil tetap belum siap membuka hubungan dengan anak lain, tak perlu dipaksakan. Mungkin sekarang bukan momen yang tepat. Harap diingat, stimulasi hendaknya diberikan secara bertahap dan perlahan. Anak-anak tunggal dan yang tinggal di lingkungan yang tidak ada anak kecil biasanya takut orang asing.
Apa manfaat mengasah ketrampilan sosialisasi sejak dini? Menurut Prof. Sabina, “Bayi akan mudah menjalin hubungan persahabatan apabila distimulasi sejak bayi. Kenalkan si kecil dengan beberapa orang anak seusianya sejak dini, agar ia mudah bersosialisasi di masa balita”.

The Butterfly: Terbang Bersama Kisah Cinta & Persahabatan

Vano (Andhika Pratama), Tia (Poppy Sovia) dan Desi (Debby Kristie) bertemu secara kebetulan, ketika ketiganya terburu-buru masuk ke ruang kuliah. Kejadian itu jadi awal dari persahabatan ketiganya. Perpaduan karakter Vano yang tegas, Tia yang kuat, Desi yang lemah namun dewasa membuat ketiganya saling melengkapi. Desi yang sakit-sakitan selalu bergantung pada kekuatan Tia. Sedangkan Vano selalu menjadi penengah di antara keduanya. Walaupun sejak awal pertemuan, Tia telah menaruh hati pada Vano, perasaan itu tidak membuat persahabatan mereka mengendur. Suatu hari sakit leukimia Desi kian parah. Pertikaian di antara kedua orang tuanya membuat keadaan kesehatannya menjadi semakin buruk. Di ulang tahunnya yang ke 20, Desi minta sebuah hadiah pada sahabat-sahabatnya, sebuah perjalanan menuju suatu tempat yang indah, yang disebutnya 'Dreamland'. Karena ingin menghibur Desi, Tia dan Vano langsung setuju. Saat melakukan perjalanan tersebut, hubungan Vano dan Tia semakin dekat. Hingga suatu malam, Desi melihat Vano dan Tia berciuman. Padahal sebelumnya mereka telah membuat janji, di antara mereka berdua tidak ada yang boleh menyukai Vano. Apakah Desi akan marah pada Tia. Apakah hubungan persahabatan mereka akan hancur? Mengambil tema cinta dan persahabatan remaja, Nayato Fio Nuala sebagai sutradara film 'The Butterfly' berusaha menyajikan tontonan yang berbeda. Terlihat dari setting tempat dan alur cerita yang sengaja dibuat "loncat-loncat". Namun hal tersebut malah menjadi kelemahan dari film ini. Tampaknya Nayato kurang memperhatikan detail dari setiap adegan-adegan filmnya. Contohnya pada suatu adegan ketika Desi lari dari perjalanannya ke 'Dreamland' dan ingin kembali ke Jakarta sendiri. Namun di jalan raya tempat Desi berlari, mobil-mobil yang berseliweran berplat nomor B. Hal Itu menunjukkan bahwa tempat tersebut masih di sekitar Jakarta, bukan luar kota seperti seharusnya. Alur yang dibuat meloncat juga bukan menjadi kekuatan karakter film, malah hanya membuat penonton menjadi bingung. Hal itu sangat disayangkan, karena akting pemainnya yang cukup total, tidak dibarengi ide cerita yang bagus. Beberapa adegan juga terasa tidak penting dan dipaksakan hingga film terasa sangat membosankan. Namun yang menjadi andalan dari film ini adalah kualitas gambarnya yang luar biasa dan pemilihan lokasi yang indah. (NN)