Kamis, Desember 18, 2008
Ketika Sahabat Tidak Bersikap Bersahabat
I. Sekilas tentang PERSAHABATAN
Persahabatan
merupakan sebentuk jalinan hubungan interaksi sosial yang diperoleh
karena adanya keinginan untuk bisa menjalankan kehidupan pergaulan
dengan tingkat keakraban serta kekuatan ikatan emosional yang jauh
lebih erat apabila dibandingkan hubungan interaksi dalam bentuk
pertemanan.
Biasanya, hubungan persahabatan dapat terbentuk
karena adanya : kesamaan hal-hal yang disukai, adanya kesamaan
idealisme dan cara memandang suatu keadaan atau suatu masalah, serta
memiliki kesamaan visi dan misi dalam memandang masa depan.
Sejumlah
kesamaan inilah yang membuat setiap pribadi yang mempunyai kedekatan
diri dengan orang lain dalam bentuk persahabatan, lebih mudah untuk
bisa mengakrabkan diri sehingga terbentuklah suatu ikatan emosional
yang melingkupi setiap kegiatan dan pola komunikasi yang dijalani pada
saat berinteraksi.
Kuatnya ikatan emosional, membuat
masing-masing pihak yang menjalin hubungan persahabatan, mampu
menghadirkan respon timbal-balik, karena setiap pihak yang terikat
hubungan persahabatan, tidak menghadirkan upaya-upaya untuk mendominasi
suasana, namun melandasi segenap tindakan dan perkataannya dengan sikap
toleransi serta ketulusan sebagai sebuah tanda penghargaan diri.
Adanya
kasih yang dinyatakan, mampu menumbuhkan keinginan besar agar setiap
pihak dapat hidup lebih maju dan berkembang, dengan cara menyikapi
dinamika serta permasalahan kehidupan secara bersama-sama dan tidak
tidak mengenal kata cukup.
Dalam hal ini, konsepsi kehidupan
pihak-pihak yang bersahabat direalisasikan melalui suasana penuh
kebersamaan. Dianutnya prinsip-prinsip kebersamaan dalam menjalani
hubungan persahabatan, membuat setiap pihak memiliki tingkat kesetiaan
diri yang kualitasnya melebihi kesetiaan kepada yang lainnya. Terjadinya
pertengkaran, perselisihan atau sekedar perbedaan pendapat, tidak
dipakai sebagai upaya untuk menjatuhkan, karena setiap perbuatan dan
perkataan yang dapat menyakiti hati serta perasaan seorang sahabat,
setiap tindakan yang diartikan sebagai upaya memaksakan kehendak, dan
setiap perbuatan maupun perkataan yang mampu memunculkan pertikaian,
adalah suatu hal yang diusahakan sebisa mungkin dihindari terjadi.
Segenap sumber perpecahan dalam persahabatan, benar-benar dihindari.
Memperhatikan seluruh uraian diatas, maka dapatlah disimpulkan, kalau keakraban yang terbentuk dalam persahabatan, tercipta oleh karena masing-masing pihak yang menjalin hubungan persahabatan, menghargai adanya nilai-nilai kesetiaan, nilai-nilai kepercayaan, serta mengembangkan sikap saling menghormati, tanpa memandang adanya perbedaan cara pandang atau kondisi yang sedang dihadapi.
Konsepsi pemahaman kepribadian sahabat,
dilakukan dengan mengoptimalkan setiap ruang dan waktu pada saat
berkomunikasi atau berinteraksi, sehingga kesetiaan serta kepercayaan,
merupakan karakter yang dibangun dan dinyatakan secara terbuka.
Adanya keterbukaan membuat seseorang mendapatkan gambaran langsung serta apa adanya, tentang bagaimana sesungguhnya karakter dan kepribadian dari sahabatnya secara faktual, karena bukan didasarkan atas pendapat maupun pandangan orang lain.
Selayaknya, nilai-nilai persahabatan
dijalani tanpa harus menghadirkan kepribadian ganda karena sebuah sikap
pengertian akan berlaku dengan sendirinya.Eratnya
tali persahabatan membuat masing-masing pihak memiliki intuisi besar
pada saat salah seorang dari mereka sedang menghadapi beratnya
tantangan kehidupan atau pada saat sedang mengalami kesusahan. Pada
saat keadaan itu terjadi, seseorang akan selalu berada disamping
sahabatnya, untuk membantu dan mendukung sahabatnya, dalam menghadapi
serta menyelesaikan masalah yang sedang melingkupi.
Besarnya ungkapan kasih yang nyata dihadirkan, karena seorang sahabat akan
selalu bersedia menyertai, membantu atau menghibur sahabatnya, tidak
hanya pada saat mengarungi hari-hari yang penuh keceriaan, namun juga
menjadi teman untuk mengadu dan berbagi keluh-kesah, yang mampu membuat
kondisi hati dan pikiran sahabatnya tenang dalam melalui keras serta
beratnya tantangan kehidupan.
Oleh karena itu, pembinaan hubungan dalam ikatan tali persahabatan, sesuai dengan isi Firman Tuhan yang menyatakan
Namun,
itu bukan berarti persahabatan tidak menghadirkan dilema-dilema
situasional yang bisa menjadi sumber keretakkan hubungan persahabatan,
apabila masing-masing pihak tidak berusaha untuk mengendalikan segenap
perkataan, sikap dan perilakunya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar